Viral Anak Muda di Jepang Sudah Lama Mengumpulkan Uang Sobek Rp 1 Juta, Bisa Menukarnya di Bank Juga

1
55

TERBARU.LINKViral Anak Muda di Jepang Sudah Lama Mengumpulkan Uang Sobek Rp 1 Juta, Bisa Menukarnya di Bank Juga. Seorang anak muda di Jepang konon menghabiskan waktu selama tiga minggu untuk mengumpulkan uang kertas 10.000 yen (sekitar Rp 1 juta) yang tidak sengaja di buang melalui mesin penghancur kertas.

Dirinci Peculiarity Focal, Selasa (23/4/2024), salah satu klien Twitter asal Jepang bernama Tomo baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya telah menyelesaikan salah satu teka-teki yang paling menyusahkan, yakni menyusun uang kertas yang dipecah-pecah menjadi beberapa bagian.

BACA JUGA : Update Terbaru Bertema Naga di Free Fire, Hadirkan Kerjasama Dengan JKT48

Jelas sekali, ayah Tomo secara tidak sengaja menaruh sebuah amplop di tempat kerjanya yang ternyata berisi 10.000 yen. Memahami hal tersebut, ia benar-benar memprovokasi anaknya untuk mengembalikan uang tunai yang berantakan itu bersama-sama.

Dia membawa seluruh keranjang sampah itu kembali ke rumah dan memberi tahu anaknya bahwa jika dia mengumpulkan sampah-sampah tersebut dan mengaturnya, dia dapat menyimpan uang tunai tersebut.

Tomo merasa di uji dengan ajakan ayahnya, jadi dia pun menyetujuinya. Usaha sang ayah kemudian menjadi terkenal secara online dan menjadi perhatian netizen.

Usahanya di mulai dengan menyusun potongan-potongan kertas berdasarkan keragamannya. Ia pun memanfaatkan bantuan uang 10.000 yen yang di taruh di bawah plastik sebagai sumber perspektif.

Setiap kali dia menemukan pecahan uang kertas, dia menaruhnya di plastik dan mulai menatanya secara umum.

Tomo akhirnya menemukan cara untuk menyelesaikan tesnya dalam waktu sekitar tiga minggu dan mentransfer produk akhirnya.

Efektif Di perdagangkan ke Bank dan Jadi Viral

Viral Anak Muda di Jepang Sudah Lama Mengumpulkan Uang Sobek Rp 1 Juta, Bisa Diperdagangkan di Bank Juga
Viral Anak Muda di Jepang Sudah Lama Mengumpulkan Uang Sobek Rp 1 Juta, Bisa Menukarnya di Bank Juga

Terlepas dari kenyataan bahwa sebagian besar uang tersebut cacat, ia berencana untuk memperdagangkannya di Bank of Japan meskipun bank tersebut di kenal memiliki standar yang ketat dalam memperdagangkan uang kertas yang rusak.

Sesuai strategi Bank of Japan, jika 66% uang kertas masih terlihat bagus, maka dapat di perdagangkan dengan nilai penuh.

Tomo mengandalkan uang Jepang dan berhasil menukarkan uang tersebut dengan nilai penuh. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada bank karena dia menyadari bahwa uangnya tidak terlalu bagus.

Upaya Tomo kemudian menjadi sensasi web di Twitter dengan banyak klien hiburan virtual memuji pemahamannya. Sementara itu, beberapa klien berbeda menyatakan bahwa mereka tidak akan melakukan hal yang persis sama seperti Tomo.

Perdagangan Uang Rusak di Bank Indonesia

Untuk sementara, perdagangan uang tunai yang di rugikan juga dapat di lakukan di Bank Indonesia.

Untuk masalah uang tunai yang rusak ini, Bank Indonesia memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperdagangkannya sehingga tidak menimbulkan kerugian.

Tak butuh waktu lama, jual beli tunai ini bisa di lakukan secara online melalui Aplikasi Jual Beli dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR), sebuah aplikasi yang di berikan Bank Indonesia kepada masyarakat pada umumnya untuk mendapatkan administrasi uang tunai.

Aplikasi PINTAR hadir untuk memudahkan masyarakat luas dalam mendapatkan administrasi kas Bank Indonesia untuk memperoleh uang Rupiah layak saji dalam jumlah yang memadai dan pembagian yang sesuai.

Aplikasi PINTAR dapat di akses pada gadget (program) pengejaran melalui koneksi : https://pintar.bi.go.id/.

1 KOMENTAR

Komentar ditutup.